Tak Keberatan Tergusur PIK 2, Warga Kampung Tanah Preman: Kami Sudah Lelah

Tak Berkategori

TEMPO.CO, Tangerang – Pembangunan kawasan Pantai Indah Kosambi (PIK 2) membuka peluang bisnis bagi Buang Jamalulayel, warga Desa Lemo, Kabupaten Tangerang. Dengan langkah bersemangat, Buang menunjukkan kontrakan empat pintu di depan rumahnya di Kampung Tanah Preman, Desa Lemo, Kecamatan Teluknaga.  

Lelaki 45 tahun yang bekerja sebagai nelayan ini membuka satu persatu pintu kontrakan dan memperlihatkan kamar petak sekitar berukuran 4 x 4 meter. “Alhamdulillah kontrakan ini sekarang sudah terisi penuh, dan ini menjadi sumber pendapatan baru saya,” ujar Buang kepada Tempo di lokasi, Kamis, 10 Agustus 2023. 

Dia menyebutkan, tarif kontrakan sebesar Rp 500 ribu sampai Rp 750 ribu per orang setiap bulan. Satu kamar kontrakan bisa dihuni 2-4 orang. 

Menurut Buang, penghuni kontrakannya adalah para pekerja bangunan di kawasan Pantai Indah Kosambi (PIK 2) yang berada persis di belakang rumah Buang. Antara rumah Buang dan kawasan PIK 2 hanya dibatasi tembok beton setinggi 2 meter dan jalan kampung dengan lebar 6 meter.  

Buang mulai membangun kontrakan itu sejak 2019 ketika kawasan PIK 2 mulai dibangun di Desa Lemo. Dia memanfaatkan lahan di depan rumahnya menjadi kontrakan secara bertahap.

“Sejak itu saya sudah tidak melaut lagi. Karena kalau melaut pendapatan saya paling besar Rp 100 ribu, tapi kalau sekarang sudah lebih dari cukup,” ujar ayah anak tiga ini. 

Namun, kontrakan, rumah dan perkampungan yang Buang tempati tersebut akan tergusur oleh pembangunan kawasan PIK 2. Mereka tinggal menunggu waktu untuk meninggalkan kampung Tanah Preman itu. 

Selanjutnya warga siap digusur dan direlokasi….



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *