Transformasi Digital Jadi Strategi Bank Mandiri Hadapi Ketidakpastian


Jakarta, CNBC Indonesia – Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Alexandra Askandar mengungkapkan strategi perusahaan untuk menghadapi ketidakpastian yang masih belum mereda di tahun ini, yakni transformasi digital. Dia menyebutkan saat ini pertumbuhan kredit BMRI di level 13-15%, sehingga masih ada ruang besar untuk ekspansi.

“Core kami di wholesale banking, tetapi juga mengejar ritel banking termasuk KPR. Beberapa hal yang kami lakukan, pertama dari sisi bisnis kami terus menjaga kecepatan delivery kredit,” ungkap Alexandra dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2024 di Hotel Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis (29/2/2024).

Untuk meningkatkan penetrasi KPR di tengah masyarakat, Bank Mandiri juga juga proaktif ke pihak developer dan konsumen. Akuisisi nasabah ritel juga dilakukan melalui super app Livin’, yang menyediakan berbagai layanan keuangan mulai dari tabungan, pembayaran, hingga pinjaman.

“Jadi bukan cuma transaksi payment, transfer, tapi juga loan offering berdasarkan data nasabah. Kita bisa melakukan analisa, dan menyediakan pre-approve loan offering,” ungkapnya.

Alexanda menyebutkan Bank Mandiri masih fokus melakukan transformasi digital, yang semakin terakselerasi karena pandemi Covid-19. Bank Mandiri sebelumnya meluncurkan dua platform digital, yakni Kopra untuk nasabah wholesale dan Livin’ untuk nasabah ritel.

“Kami mengkonversi cabang dari konvensional branch menjadi tampilannya beda dengan cabang-cabang lama. Untuk cabang-cabag tertentu ketemu platform digital saja,” ujar Alexandra.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Target Kredit Tumbuh 12%, Ini Sektor Incaran Bank Mandiri

(rah/rah)


Quoted From Many Source

Baca Juga  Biaya Layanan AdaKami Mencekik, Bos OJK Buka Suara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *