Stablecoin Sentuh US$ 140 Miliar, Kripto Kompak Gerak di Zona Hijau


Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar kripto relatif bergerak di zona hijau pada hari ini (27/2/2024) diikuti kenaikan stablecoin yang telah mencapai US$140 miliar pada bulan ini.

Merujuk dari CoinMarketCap pada Selasa (27/2/2024) pukul 07:14 WIB, pasar kripto kompak menguat. Bitcoin naik 5,81% ke US$54.665,11 dan secara mingguan berada di zona positif 5,51%.

Ethereum berada di zona hijau 2,44% dalam 24 jam terakhir dan dalam sepekan masih naik 7,78%

Solana terbang 7,01% secara harian meskipun secara mingguan masih melemah 1,21%.

Begitu pula Cardano berada di teritori positif 5,28% dalam 24 jam terakhir kendati dalam tujuh hari terakhir turun 1,93%.

CoinDesk Market Index (CMI) yang merupakan indeks untuk mengukur kinerja tertimbang kapitalisasi pasar dari pasar aset digital naik 4,53% ke angka 2.294,13. Open interest terapresiasi 4,06% di angka US$53,79 miliar.

Sedangkan fear & greed index yang dilansir dari coinmarketcap.com menunjukkan angka 72 yang menunjukkan bahwa pasar berada di fase optimis dengan kondisi ekonomi dan industri kripto saat ini.

Dilansir dari coindesk.com, ekspansi pasar stablecoin semakin cepat tahun ini karena uang segar terus masuk ke pasar aset digital, sehingga memicu reli kripto.

Total kapitalisasi pasar stablecoin baru-baru ini naik melewati US$140 miliar pada bulan Februari, menurut CoinMarketCap. Ini merupakan level tertinggi sejak Desember 2022, menurut data DefiLlama.

Foto: Stablecoin market capitalization
Sumber: K33 Research dikutip dari Coindesk.com

Untuk diketahui, stablecoin adalah versi uang tunai yang diberi token, menjembatani uang tradisional (fiat) dan pasar berbasis blockchain dan menyediakan likuiditas bagi pelaku pasar untuk perdagangan dan peminjaman.

Baca Juga  Akuisisi Tokopedia oleh TikTok Rampung, Ini Tanggapan Analis

Oleh karena itu, mereka memainkan peran penting dalam pasar aset digital, menjadikan pertumbuhan kapitalisasi pasar sebagai tonggak penting bagi pasar kripto yang lebih luas.

“Perubahan pasokan stablecoin adalah termometer apakah uang mengalir masuk atau keluar dari ekosistem kripto,” Vetle Lunde, analis senior di K33 Research, mengatakan dalam laporan pasar.

Pasar stablecoin mulai berkembang pesat pada awal November mengakhiri tren penurunan brutal selama 18 bulan. Sejak itu, kapitalisasi pasar telah meningkat sebesar 12% atau sekitar US$15 miliar, kata Lunde, dengan sekitar US$10 miliar dari pertumbuhan tersebut terjadi sejak awal tahun.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Grayscale Kehilangan Rp78 Triliun, Kripto Kompak Turun

(rev/rev)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *