Sejak Kasus Korupsi Mencuat, Saham Timah (TINS) Udah Terbang 57%


Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten pertambangan BUMN logam PT Timah Tbk (TINS) terpantau ambruk pada perdagangan sesi I Rabu (3/4/2024), di tengah masih berjalannya penindakan kasus korupsi Izin Usaha Pertambangan (IUP) perseroan tahun 2015 hingga 2022 lalu.

Per pukul 09:28 WIB, saham TINS ambruk 3,78% ke posisi Rp 890/saham. Pada sesi I hari ini saham TINS bergerak di rentang harga Rp 875 – Rp 930 per saham.

Saham TINS pada sesi I hari ini sudah ditransaksikan sebanyak 4.840 kali dengan volume transaksi mencapai 60,25 juta lembar saham dan nilai transaksinya mencapai Rp 53,79 miliar. Adapun kapitalisasi pasarnya saat ini mencapai Rp 6,63 triliun.

Sejatinya, sejak kasus korupsi PT Timah Tbk mencuat pada 16 Februari lalu hingga sesi I hari ini, saham TINS masih melejit hingga 57,89%. Bahkan dari awal tahun ini, saham TINS masih melonjak hingga 36,36%.

Penindakan kasus korupsi Timah masih berjalan hingga hari ini. Terbaru, Komisi VI DPR menyebut ada sosok ‘mafia besar’ di balik kasus korupsi tata niaga TINS.

Anggota Komisi VI Mufti Aimah Nurul Anam menyebut nama pengusaha Robert Bonosusatya (RBS) sebagai mafia besar di balik skandal tambang timah yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 271 triliun.

“Ada seorang mafia besar yaitu kami dapat infonya itu Robert Bonosusatya,” terang Mufti dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Menteri Investasi / Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, dikutip Rabu(3/4/2024).

Sementara itu, RBS telah diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk kasus dugaan korupsi tata niaga timah di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah tahun 2015-2022.

Baca Juga  Jokowi dan Bos BI Buka Suara, Dolar Turun Sentuh Rp15.500

Ia tidak berbicara banyak usai diperiksa selama 13 jam. Ia hanya menegaskan telah menjawab seluruh pertanyaan yang dilayangkan oleh penyidik.

“Sebagai warga negara yang baik, saya sudah melakukan kewajiban, mentaati peraturan yang ada, saya sudah diperiksa,” ujarnya kepada wartawan di Kejaksaan Agung, dikutip dari CNN Indonesia, Selasa (2/4/2024).

RBS juga enggan berkomentar lebih jauh terkait dugaan keterlibatan dengan PT Refined Bangka Tin (RBT). Perusahaan RBT yang sempat dipimpin Robert itu diketahui menjadi mitra utama PT Timah dan pernah digeledah oleh Kejagung pada 23 Desember 2023 lalu.

Sebelumnya, kasus korupsi tata niaga TINS menjerat beberapa pihak, termasuk di antaranya suami aktris Sandra Dewi yakni Harvey Moeis dan crazy rich PIK, Helena Lim.

Manajemen Timah pun angkat bicara perihal potensi kerugian perusahaan imbas dugaan korupsi yang melibatkan Harvey Moeis dan Helena Lim.

Direktur Utama TINS, Ahmad Dani Virsal mengungkapkan bahwa pertambangan ilegal yang dilakukan oleh para tersangka dugaan korupsi TINS merugikan perusahaan di sisi tata kelola pertambangan, dan alur bisnis yang harus dikelola dengan regulasi yang ada.

“Sebenarnya tata kelolanya ya, bukan hanya produksi tambang ilegal, tapi bagaimana flow of business pertimahan harus dikelola sesuai regulasi yang ada,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (2/4/2024).

Adapun, pada paparan Virsal dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI mengungkapkan bahwa produksi bijih timah, pada 2023 tercatat mengalami penurunan 26% menjadi 14.855 ton dari 20.079 ton pada 2022. Dari sisi produksi logam timah, pada 2023 produksi logam timah juga turun 23% menjadi 15.340 ton dari 19.825 ton pada 2022.

Sementara dari sisi penjualan, penjualan logam timah pada 2023 turun 31% menjadi 14.385 ton dari 20.805 ton pada 2022 lalu.

Baca Juga  Bisnis Digital Tumbuh Positif, Bank Raya Catat Laba Rp 14,7 M

Ada pula pihaknya membukukan kerugian Rp 450 miliar pada 2023, turun dari capaian laba bersih selama 2022 yang tercatat mencapai Rp 1,04 triliun.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


Harga Timah Global Melonjak, Saham TINS Terbang 22% Lebih

(chd/chd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *