Saham BRIS Terbang 3% Lebih, Sudah Sentuh All Time High?


Jakarta, CNBC Indonesia – Saham emiten perbankan syariah yakni PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI terpantau berhasil melesat pada perdagangan Kamis (18/1/2023).

Saham BRIS ditutup melonjak 3,08% ke posisi Rp 2.010/unit. Bahkan, saham BRIS sempat melonjak 4,1% ke posisi Rp 2.030/unit pada sesi I hari ini menjelang pukul 11:00 WIB.

Pada posisi tersebut menjadi level tertinggi intraday-nya pada hari ini. Namun jika dilihat secara historis setelah merger, BRIS belum menyentuh rekor tertinggi sepanjang masanya. Adapun rekor tertinggi sepanjang masanya dicetak pada 28 Juli 2021 atau lima bulan setelah selesainya merger.

Saham BRIS pada hari ini ditransaksikan sebanyak 13.593 kali dengan volume sebesar 66,22 juta lembar saham dan nilai transaksinya mencapai Rp 132,6 miliar. Adapun kapitalisasi pasarnya mencapai Rp 92,72 triliun, menjadi saham terbesar ke-20 dari kapitalisasi pasarnya.

Kenaikan saham BRIS hingga kapitalisasi pasarnya yang kembali meningkat tak lepasdari kinerja fundamental BRIS.

Berdasarkan laporan keuangan perseroanhinggaNovember 2023, laba bersih bank syariah hasil merger tiga anak usaha BUMN initercatat sebesar Rp5,1 triliun naik 30% (year-on-year/yoy).

Pertumbuhan laba bersih tersebut sejalan dengan peningkatan pembiayaan yang disalurkan yaitu mencapai Rp 235,01 triliun, naik sekitar 14%(yoy).

BSIjuga menjaga kualitas aset tetapprudent. Hal ini terbukti dengan pembiayaan bermasalah ataunon-performing financing(NPF)grossyangturun menjadi 2,15% dibandingkan dengan posisi November 2022 sebesar 2,53%.

Ke depannya, dengan hampir 20 juta nasabah dan penetrasi perbankan syariah yang masih dinilai rendah saat ini, potensi pertumbuhan BRIS masih sangat menjanjikan.

Di lain sisi, BRIS optimis bahwa pertumbuhan laba secara tahunan akan tumbuh di atas 30% pada 2023. Bila berkaca pada laporan keuangan kuartal III-2023, laba bersih BSI tembus Rp 4,2 triliun hingga September 2023. Realisasi tersebut naik 31,04% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Baca Juga  OJK Pelototin Banyak RS Nakal di RI, Over-Utilisasi Asuransi Bengkak

Bahkan di 2024, BRIS memproyeksikan dapat mencetak kinerja positif pada 2024 di tengah kondisi ekonomi global yang masih menantang. Optimisme tersebut tidak lepas dari fundamental bisnis perseroan yang kuat serta ekonomi nasional yang dinilai masih baik.

Direktur Treasury & International Banking BSI, Moh. Adib menuturkan, kekuatan fundamental perusahaan yang akan menjadi penopang kinerja perseroan pertama adalah jumlah nasabah.

Saat ini BSI adalah bank dengan jumlah nasabah terbesar ke-5 di Indonesia yaitu sebanyak 19,22 juta atau tumbuh 10,9% (yoy) hingga kuartal III-2023.

Kedua, BSI kuat dalam pembiayaan konsumer. Hingga September 2023, BSI telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp232 triliun, bertumbuh 15,94% (yoy). Segmen konsumer mendominasi yaitu sebesar Rp 117,92 triliun.

Ketiga, BSI pun sangat memperhatikan segmen UMKM. Bahkan hingga September 2023 dari pembiayaan berkelanjutan di BSI yang mencapai Rp 53,6 triliun, sebagian besarnya yaitu Rp 43,4 triliun diserap segmen UMKM.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Laba BSI Rp 4,2 Triliun per September 2023, Naik 31%

(chd/chd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *