Risiko Lebih Tinggi, Asuransi Kendaraan Listrik Bakal Lebih Mahal?


Jakarta, CNBC Indonesia – Para pemangku kepentingan (stakeholders) sedang meramu mekanisme asuransi khusus untuk kendaraan listrik (electric vehicles/EV). Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) pun memproyeksikan, harga premi asuransi EV akan lebih mahal.

Ketua Umum AAUI Budi Herawan mengatakan, premi asuransi EV bisa lebih mahal dari kendaraan berbahan bakar minyak bumi (BBM) karena total loss yang diserap perusahaan biayaya lebih mahal.

“Spare part itu lebih mahal. Jadi nggak berbanding dengan premi yang dibayar. Kan komponen paling mahal adalah baterai. Komponen baterai itu sudah mendekati harga mobil itu sendiri. Nah, beberapa perusahaan asuransi sudah kena suffer,” ujar Budi kepada wartawan di Jakarta, Rabu, (28/2/2024).

Meski demikian, Budi belum bisa memproyeksikan berapa harga premi asuransi EV tersebut, pasalnya, pihaknya masih menunggu aturan teknis dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun, kemungkinan biayanya akan lebih tinggi.

“Nantinya akan lebih tinggi ya, dari yang biasa. Pokoknya ada perbedaan, termasuk deductible-nya juga,” kata dia.

Di sisi lain, Budi tak menampik bahwa asuransi mobil listrik potensial. Pasalnya, produk EV sudah semakin banyak dan barangnya pun menguntungkan.

“Ya, barangnya sih menguntungkan. Barangnya kan sudah banyak. Barangnya sudah banyak. Supply-nya sudah mulai banyak. Tapi, populasinya memang belum sesuai yang diharapkan. Masih di bawah 10 ribu, 15 ribu kendaraan,” jelas dia.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan segera menyempurnakan aturan mengenai asuransi untuk kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono menegaskan, saat ini belum ada aturan khusus terkait asuransi kendaraan listrik. Namun, saat ini beberapa perusahaan asuransi telah meluncurkan produk asuransi khusus untuk kendaraan listrik dengan menambahkan fitur tambahan dari produk asuransi kendaraan konvensional.

Baca Juga  Harga Minyak Turun, Tapi Tetap Volatil Gegara Hamas-Israel

“Ke depan, OJK akan mengkaji dan menyempurnakan SEOJK 06/2017 dengan mempertimbangkan risiko-risiko khusus yang timbul pada kendaraan listrik,” ungkap Ogi dalam keterangan tertulis dikutip Kamis, (22/2/2024).

Adapun risiko yang dimaksud antara lain, seperti risiko tegangan tinggi, risiko kecelakaan karena less noise pada kendaraan listrik dan risiko kegagalan sistem pada kendaraan listrik.

“Penerapan tarif pada produk asuransi saat ini kendaraan listrik masih mengacu pada SEOJK 06/2017 mengenai penetapan tarif pada lini usaha kendaraan bermotor dan harta benda,” terang Ogi.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Strategi Bisnis Asuransi Hadapi Gejolak Ekonomi Global

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *