Rasio Kredit UMKM RI Rendah, Menkop UKM Buka Penyebabnya


Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menjabarkan penyebab usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sulit mendapatkan akses pembiayaan dari perbankan. 

Utamanya, mereka tidak memiliki agunanan sebagaimana menjadi syarat untuk meminta kredit bank. 

“Sebesar 46,43% kredit UMKM itu tidak ada agunan,” katanya dalam sambutan acara BRI Microfinance 2024 di Jakarta, Kamis (7/3/2024).

Selain itu, alasan UMKM tidak mengakses kredit dari perbankan karena bunga yang terbilang tinggi atau mencapai lebih dari 8%. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), suku bunga dasar kredit (SBDK) ritel bank-bank di Tanah Air lebih dari 8% dan SBDK mikro lebih dari 10%. 

Teten melanjutkan alasan lain adalah para pelaku UMKM tidak lolos pengecekan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. Umumnya para pelaku UMKM tidak lolos SLIK karena tidak memiliki credit scoring yang mumpuni. 

Menurut Teten hal itu disebabkan karena banyak pelaku UMKM belum terhubung dengan sistem layanan perbankan. 

Adapun per Desember 2023, rasio kredit UMKM masih kurang dari 20% atau tepatnya 19,36%. Angka ini masih dari target Presiden Joko Widodo (Jokowi) tahun ini yang sebesar 30%.

Berdasarkan data Bank Indonesia, sebanyak 46,21% kredit UMKM disalurkan kepada segmen mikro. Kemudian 31,26% untuk segmen kecil dan 22,53% kelas menengah. 

Pada akhir tahun lalu, hanya kredit mikro yang tumbuh positif secara tahunan (yoy), sedangkan kecil dan menengah mengalami kontraksi. Kredit mikro melesat 24,5% yoy, kecil -2,8% yoy, dan menengah -3,5% yoy.

Menurut jenis penggunaan, kebanyakan UMKM (74,01%) meminjam uang untuk modal kerja dan sisanya (25,98%) kebutuhan investasi. 

[Gambas:Video CNBC]



Artikel Selanjutnya


BRI Punya Ambisi Bawa UMKM RI Tembus Pasar Global

(mkh/mkh)


Quoted From Many Source

Baca Juga  Pasar Yakin The Fed Pangkas Suku Bunga, Rupiah Naik Tipis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *