Powell Sebut Suku Bunga Masih Tinggi, Rupiah Melemah ke Rp15.725/US$


Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ketua bank sentral AS (The Fed) menyatakan sikap hawkish yang berujung pada tingginya indeks dolar AS (DXY).

Dilansir dari Refinitiv, rupiah ditutup melemah 0,16% di angka Rp15.725/US$. Pelemahan ini senada dengan yang terjadi kemarin (5/2/2024) yang juga anjlok 0,29%.

Sementara DXY pada pukul 14.50 WIB melemah di angka 104,31 atau turun 0,14%. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan kemarin yang berada di angka 104,45.

Chairman The Fed Jerome Powell menunjukkan sikap hawkish yang mengindikasikan suku bunga yang tinggi bagi The Fed dan berdampak pada tingginya US Treasury tenor 10 tahun serta DXY yang melonjak tinggi.

“Pernyataan Powell hari ini menjelaskan jika kemungkinan pemangkasan suku bunga pada Maret memang mustahil. Ekonomi AS yang kuat membuat The Fed lebih fleksibel untuk menahan suku bunga di level tinggi. Mereka tahu jika kebijakannya tidak akan membunuh ekonomi AS,” tutur analis dari Cresset Capital, Jack Ablin, dikutip dari Reuters.

Data ekonomi AS juga tercatat masih cukup kuat, seperti pada kuartal IV-2023 yang tumbuh 3,3% year on year/yoy dan secara keseluruhan 2023 tumbuh 2,5%.

Inflasi juga meningkat 3,4% pada Desember 2023 dari 3,1% pada November 2023. Angka pengangguran masih bertahan di 3,7%. Data non-farm payrolls pada Januari 2024 bahkan menunjukkan adanya tambahan tenaga kerja sebesar 353.000, jauh di atas ekspektasi pasar (180.000).

Bagi Indonesia, pernyataan Powell ini menjadi kabar buruk karena bisa memicu capital outflow serta kemungkinan Bank Indonesia memangkas suku bunga.
Dengan The Fed masih galak ke depan maka investor bisa kembali ramai-ramai mengalihkan investasi ke instrument berdominasi dolar seperti US dollar dan surat utang AS.
Bila pemangkasan suku bunga The Fed masih jauh maka ruang BI untuk segera menurunkan suku bunga juga diperkirakan akan semakin terbatas.

Baca Juga  Bursa Asia Dibuka Merana Lagi, Investor Masih Wait And See?

CNBC INDONESIA RESEARCH

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Ternyata! Ada Amerika di Balik Ambruknya Rupiah

(rev/rev)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *