Kinerja Moncer, Ini Alasan BRI Masuk Daftar Brand Finance Global 500


Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menjadi satu-satunya Perusahaan asal Indonesia yang masuk dalam daftar 500 merek paling bernilai dan terkuat di dunia melalui laporan Brand Finance Global 500 tahun 2024. Laporan yang dirilis Brand Finance ini menempatkan BRI di peringkat 446 dunia.

Brand Finance Global 500 merupakan laporan tahunan yang dibuat oleh Brand Finance dengan penilaian pada dua faktor utama, yakni kinerja keuangan dan kekuatan merek dari sebuah perusahaan. Untuk tahun ini Brand Finance telah melakukan riset kepada 5.000 merek di 30 negara.

Adapun 10 besar posisi merek paling bernilai dan terkuat di dunia diisi oleh Apple, Microsoft, Google, Amazon, Samsung, Walmart, TikTok, Facebook, T Mobile, dan ICBC.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core), Piter Abdullah pun mengapresiasi prestasi BRI sebagai satu-satunya Perusahaan di Indonesia yang masuk dalam daftar 500 brand besar dunia. Dia menjelaskan bahwa capaian ini diraih BRI karena didukung kinerja keuangan yang kuat.

“Hal ini didukung oleh kinerja keuangan BRI yang selama ini selalu memberikan keuntungan yg sangat besar dan merek BRI yang di valuasi sangat tinggi,” ungkap dia kepada CNBC Indonesia, Selasa (26/3/2024).

Sementara itu, Economic Researcher CELIOS, Monica Ratna mengatakan masuknya BRI ke dalam jajaran 500 perusahaan paling berharga di dunia akan mengangkat reputasi industri perbankan di Indonesia. Dengan begitu pelaku industri pun bisa fokus mengembangkan nilai keberlanjutan.

“Dampaknya tentu baik bagi reputasi perbankan Indonesia. Himbara bisa didorong untuk lebih fokus mengembangkan segmen yang akan menyumbang nilai tambah di ranah ekonomi berkelanjutan seperti transisi energi,” kata Monica kepada CNBC Indonesia.

Baca Juga  Bank Mandiri Lepas Seluruh Kepemilikan Saham di Asuransi AXA

Dia mengingatkan setiap bank memiliki risk appetite yang berbeda, namun prinsip utama kinerja bank adalah kemampuan untuk mengoptimalkan return. Diperlukan kepiawaian dalam mengelola risiko, karena bisnis bank adalah mengelola risiko.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


BBRI Disebut Layak Koleksi, Analis Ungkap Proyeksinya

(rah/rah)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *