Jokowi ‘Turun Gunung’, Rupiah Auto Perkasa

Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pasca Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Ke Istana Negara.

Dilansir dari Refinitiv, rupiah ditutup di angka Rp15.845/US$ atau menguat 0,53%. Posisi ini telah mematahkan tren pelemahan rupiah yang terjadi selama empat hari beruntun tepatnya sejak 18 Oktober 2023.

Sementara indeks dolar AS (DXY) pada pukul 14.57 WIB menguat sebesar 0,09% menjadi 106,62. Angka ini lebih tinggi dibandingkan penutupan perdagangan kemarin (23/10/2023) yang berada di angka 105,53.



Kemarin (23/10/2023), Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Ke Istana Negara, Senin (23/10/2023), guna memberikan update situasi terkini dan perkembangan ekonomi global. Rapat ini digelar di tengah kabar melemahnya Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS).

Hadir dalam rapat tersebut Menteri Keuangan Sri Mulyani didampingi oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Ketua Dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa.

Untuk diketahui, KSSK akan merilis paket kebijakan untuk merespons situasi perekonomian terkini. Terutama yang disebabkan oleh global yang memburuk dan berdampak ke ekonomi dan pasar keuangan Indonesia.

“Kita akan terus sinkronkan kebijakan moneter dan fiskal agar dalam situasi di mana pemicunya adalah negara seperti Amerika Serikat dampaknya ke ekonomi kita bisa dimitigasi dan diminimalkan. Baik terhadap nilai tukar, inflasi, maupun terhadap pertumbuhan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan,” terang Sri Mulyani usai rapat.

Sementara Jokowi mengungkapkan bahwa depresiasi yang dialami oleh mata uang rupiah belakangan ini masih dalam batas aman.

Baca Juga  Pantas Uang di RI Makin Kering, Bank-bank Takut Kasih Kredit!

Menurut Jokowi, pelemahan rupiah yang terjadi masih aman untuk berbagai sektor mulai dari riil hingga perbankan. Lebih lanjut dirinya menyebut, depresiasi yang terjadi juga masih aman untuk inflasi.

“Kalau kita lihat presentase depresiasi mata uang kita masih aman,” kata Jokowi dalam pertemuan hari ini, Selasa (24/10/2023).

Selain itu, Jokowi juga menggarisbawahi ekonomi RI yang mampu tumbuh di atas 5% kala ekonomi dunia lain mengalami perlambatan, bahkan ada pula yang terkontraksi.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Dolar AS Diprediksi Terus Menguat Sampai Akhir Tahun

(rev/rev)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *