Investor Retail Skeptis Soal Bitcoin, Pasar Kripto Ambruk


Jakarta, CNBC Indonesia – Pasar kripto didominasi pelemahan pada hari ini (22/2/2024) di tengah sikap skeptis investor ritel terhadap kripto khususnya bitcoin.

Merujuk dari CoinMarketCap pada Kamis (22/2/2024) pukul 6:02 WIB, pasar kripto mayoritas melemah. Bitcoin turun 1,31% ke US$51.561,04 dan secara mingguan melemah 0,5%.

Ethereum berada di zona negatif 2,09% dalam 24 jam terakhir meskipun dalam sepekan masih naik 6,08%.

Solana melemah 3,89% secara harian serta secara mingguan anjlok 10,75%.

Begitu pula Avalanche berada di teritori negatif 3,08% dalam 24 jam terakhir dan dalam tujuh hari terakhir ambles 11,59%.

CoinDesk Market Index (CMI) yang merupakan indeks untuk mengukur kinerja tertimbang kapitalisasi pasar dari pasar aset digital turun 2,12% ke angka 2.147. Open interest terdepresiasi 1,79% di angka US$49,84 miliar.

Sedangkan fear & greed index yang dilansir dari coinmarketcap.com menunjukkan angka 75 yang menunjukkan bahwa pasar berada di fase optimis dengan kondisi ekonomi dan industri kripto saat ini.

Dilansir dari cointelegraph.com, kripto termasuk bitcoin mengalami penurunan di tengah data dari Google Trends menunjukkan penelusuran dengan kata kunci “Bitcoin” mencerminkan terbatasnya minat investor ritel.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun BTC berjalan 109% dalam 12 bulan terakhir, investor ritel tetap skeptis.

Data dari Coinbase juga mencerminkan kurangnya minat ritel terhadap mata uang kripto pionir tersebut. Menurut laporan pendapatan perusahaan baru-baru ini, aktivitas ritel tetap rendah selama kuartal terakhir tahun 2023.

Jika dilihat lebih dekat, data menunjukkan bahwa aktivitas ritel antara Q2 2022 hingga Q4 2023 masih berada di bawah statistik Q4 2020, sehingga menambah kepercayaan bahwa investor ritel belum datang.

Baca Juga  Wall Street Kompak Menguat, Pasar Masih Optimis Meski Inflasi Tinggi?
Foto: Quarterly retail trading volume
Sumber: Coinbase earnings report

Menurut laporan tersebut, transaksi ritel, yang dulu menyumbang lebih dari 90% pendapatan perusahaan, kini hanya menyumbang kurang dari setengah pendapatan bersih perusahaan.

Hal ini yang menyebabkan melemahnya pasar kripto khususya bitcoin.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Grayscale Kehilangan Rp78 Triliun, Kripto Kompak Turun

(rev/rev)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *