Harga Saham Meroket Tajam, BEI Awasi Ketat Saham GPSO & BLTZ


Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawasi dengan ketat perdagangan saham PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) dan PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) karena terjadi peningkatan harga saham dikuar kewajaran atau luar kebiasaan (Unusual Market Activity).

Mengutip keterbukaan informasi BEI, langkah tersebut dalam rangka perlindungan Investor, terutama investor yang memiliki kedua saham emiten tersebut.

“Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal,” tulis manajemen BEI, Rabu (29/11).

Mengutip RTI, saham GPSO selama sebulan terakhir meningkat 44% dan sepekan terakhir naik 20,81%. “Kami menginformasikan bahwa telah terjadi peningkatan harga saham PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) di luar kebiasaan (Unusual Market Activity),” sebutnya.

Informasi terakhir mengenai emiten ini adalah informasi tanggal 7 November 2023 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia (Bursa) tentang laporan bulanan registrasi pemegang efek.

“Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham GPSO tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” ungkapnya.

Sementara, saham BLTZ selama sebulan terakhir meroket 90,43% san sepekan terakhir melejit 89%.

Informasi terakhir mengenai emiten tersebut informasi tanggal 24 November 2023 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia (Bursa) tentang Laporan Informasi atau fakta material perolehan fasilitas pinjaman.

“Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham BLTZ tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” ungkapnya.

Dengan demikian, BEI meminta agar investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban emitem atas permintaan konfirmasi bursa, mencermati kinerja Perusahaan Tercatat dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action perusahaan tercatat apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Baca Juga  Window Dressing Gak Lewat? Ini Ramalan Para Analis

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


BEI Lepas Gembok ICON, Asabri Bisa Transaksi Lagi?

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *