Harga Nikel Anjlok, Antam Siap Keluarkan Jurus Ini


Jakarta, CNBC Indonesia – Perusahaan nikel kini tengah menghadapi tantangan tak mudah, terutama ketika terjadinya tren penurunan harga nikel di pasar global belakangan ini.

Lantas, bagaimana ini berdampak pada kinerja emiten nikel?

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) misalnya, perusahaan mengaku tren penurunan harga nikel telah berpengaruh pada bisnis nikel perusahaan.

Namun demikian, Sekretaris Perusahaan Antam Syarif Faisal Alkadrie menyebut, perusahaan masih bisa beradaptasi terhadap perubahan harga komoditas tersebut.

Dia mengatakan, di tengah adaptasi terhadap pasar nikel global, pada 2023 Antam mencatatkan kenaikan penjualan bijih nikel unaudited selama tahun 2023 sebesar 67% dibandingkan periode tahun 2022.

Dari sisi penjualan bijih nikel, Antam mencatatkan kenaikan menjadi sebesar 11,71 juta wmt pada 2023 dari realisasi penjualan pada 2022 sebesar 7,01 juta wmt.

“Oleh karenanya, di tahun 2024 Antam akan lebih memfokuskan pasar domestik untuk komoditas bijih nikel sejalan pula dengan hilirisasi nikel yang sedang dilakukan,” kata dia kepada CNBC Indonesia, Kamis (15/2/2024).

Menurut Faisal, di tahun 2024 Antam akan berupaya meningkatkan kinerja produksi dan penjualan seluruh komoditas inti perusahaan. Upaya ini dilakukan agar dapat mencatatkan kinerja yang optimal bagi seluruh pemegang saham, stakeholder dan masyarakat.

“Antam akan berfokus pada strategi pengembangan basis pelanggan di dalam negeri terutama pada produk emas, bijih nikel, dan bauksit,” ujarnya.

Selain itu, perusahaan juga akan senantiasa berfokus dalam upaya pengelolaan biaya yang cermat di seluruh lini operasi, menjaga cash cost agar tetap kompetitif dan efisien, serta terus melakukan inovasi bisnis di seluruh lini bisnis perusahaan dengan menerapkan bisnis yang berkelanjutan.

Baca Juga  Maruarar & Budiman Kompak Tinggalkan PDIP, Ternyata Segini Hartanya

Berdasarkan data Trading Economics, harga nikel di pasar global per Rabu (14/02/2024) tercatat berada di level US$ 16.090 per ton. Secara mingguan, harga nikel masih naik 2,14% dan secara bulanan naik tipis 0,80%. Namun bila dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu, harga nikel masih turun 37,90%.

Sebagaimana diketahui, harga nikel dunia jatuh mendekati posisi terendah dalam tiga tahun terakhir. Jatuhnya harga ini dinilai akibat banjirnya pasokan nikel dari Indonesia.

Mengacu catatan CNBC Indonesia Research, pada Senin (22/1/2024) harga nikel dunia kontrak tiga bulan tercatat US$16.036 per ton. Posisi ini adalah merupakan yang terendah sejak April 2021.

Pendorong utama buruknya kinerja nikel adalah kondisi pasokan yang lebih tinggi dibandingkan permintaan. INSG memperkirakan harga nikel akan tetap berada di bawah tekanan dalam jangka pendek seiring dengan meningkatnya surplus di pasar global dan perlambatan ekonomi global.

Harga rata-rata nikel global menurut INSG sebesar US$16.600 per ton pada kuartal pertama dengan harga secara bertahap naik rata-rata US$16.813 per ton pada 2024.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Video: Anjlok! Harga Emas Antam Turun Rp10.000

(wia/wia)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *