Eks Bos Bursa Beli Saham GOTO, Kasih Alasan Ini


Jakarta, CNBC Indonesia – Eks bos Bursa Efek Jakarta Hasan Zein Mahmud ternyata merupakan salah satu pemilik saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk. atau GOTO. 

Dia mengatakan bahwa membeli GOTO pada harga Rp 68 dan Rp 66. “Saya juga pasang bid di 64, nggak kebagian,” katanya, dikutip Jumat (22/3/2024).

Hasan menjabarkan alasannya membeli saham GOTO, meskipun saat ini dalam tren koreksi. Setelah mengumumkan kinerja sepanjang 2023, saham GOTO jatuh 9,72% ke level Rp 65. 

Menurutnya, tanpa memahami transaksi yang melatarbelakangi, kerugian GOTO memang sangat mengerikan. Sebagaimana diketahui rugi tahun berjalan 2023 bengkak jadi Rp 90,52 triliun dari sebelumnya Rp 40,4 triliun. 

Pada saat bersamaan, nilai aset turun 59% yoy dari Rp 139 triliun menjadi Rp 54 triliun. Ekuitas mengalami penurunan lebih tajam, dari Rp 123 triliun menjadi Rp 36 triliun, turun 71% yoy.

Kerugian sepanjang 2023 dipicu oleh pencatatan pembalikan nilai goodwill (goodwill reversal) senilai Rp78,8 triliun, sebagaimana diwajibkan oleh standar akuntansi keuangan yang berlaku.

Mengutip keterangan resminya, hal itu merupakan dampak dari transaksi Tokopedia dan TikTok yang mengakibatkan hilangnya pengendalian GoTo terhadap Tokopedia dimulai 1 Februari 2024.

Menurut Hasan, ada beberapa keuntungan dari strategi GOTO melepas Tokopedia, yakni pertama kolaborasi dengan Bytedance akan membuka peluang sinergi lain dalam jangka panjang. 

Tokopedia selama ini menjadi satu beban, sehingga GOTO akan bisa lebih fokus kepada bisnis inti, yakni on demand services. Selain itu GOTO juga akan mendapatkan pendapatan tanpa mengeluarkan biaya, dalam bentuk komisi dari Tiktok Shop setiap kuartal. 

Akan tetapi melepas Tokopedia membawa beberapa konsekuensi akuntansi bagi GOTO, seperti aset, liabilitas, dan ekuitas Tokopedia keluar dari pencatatan konsolidasi GOTO.”Itu yang mengakibatkan aset dan ekuitas akhir 2023 menurun tajam,” katanya.

Baca Juga  Ada Maulid Nabi Muhammad SAW, Besok Bursa Saham Libur

Kemudian nilai goodwill yang belum diamortisasikan dibebankan langsung ke biaya. Dalam kerugian 90,52 triliun dalam LK 2023, termasuk 78,8 triliun berasal dari pembebanan goodwill. Kalau angka itu dikeluarkan, maka kerugian bersih GOTO 2023 turun dibandingkan 2022.

Hasan menjelaskan bahwa pembebanan goodwill merupakan biaya non-kas. “Kalau beban itu tunai, dipastikan GOTO akan default,” katanya.

Sementara itu, kata Hasan, pada akhir 2023, kas dan setara kas GOTO sangat besar, lebih dari Rp 27 triliun.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Patrick Walujo Punya Jurus Kuncian Buat Kerek Saham GOTO

(mkh/mkh)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *