Dua Menteri Jokowi Bakal Garap Ini, Potensinya Rp4.500 T!


Jakarta, CNBC Indonesia – Potensi ekonomi digital Indonesia mencapai Rp 4.500 triliun. Oleh karena itu harus dimanfaatkan dengan baik oleh perusahaan pelat merah. 

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan bahwa untuk mengoptimalkan peluang tersebut perlu ada kerja sama lintas kementerian. “Saya tadi sudah colek-colek Pak Tiko [Wamen BUMN] sudah telpon belum [Menkominfo]. Business model Economy digital harus kita konsolidasikan, karena potensi Rp 4.500 triliun jangan sampai hilang,” katanya saat memberikan sambutan dalam CNBC Indonesia Award 2023, Rabu (14/12/2023).

Sementara itu, saat ini nilai ekonomi digital Indonesia secara keseluruhan bisa mencapai US$ 82 miliar (Rp 1.307 triliun) berdasarkan proyeksi gross merchandise value (GMV) sepanjang 2023. Angka ini didapat dari hasil riset eConomy SEA 2023 yang dibuat Google, Temasek, dan Bain & Company.

Tahun ini, sektor online travel menjadi industri yang mengalami pertumbuhan tertinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

GMV online travel Indonesia diproyeksikan tumbuh dari US$ 3 miliar pada 2022, menjadi US$ 6 miliar pada 2023. Compound annual growth rate (CAGR) sektor ini diproyeksikan naik 21% yoy menjadi US$ 9 miliar hingga 2025.

Sementara itu, sektor e-commerce masih menjadi pendorong utama dengan GMV diproyeksikan tumbuh dari US$ 58 miliar pada 2022, menjadi US$ 62 miliar pada 2023. Dengan CAGR diproyeksikan naik 15% menjadi US$ 82 miliar.

Sektor media online Indonesia juga tumbuh 5% yoy dari US$ 6 miliar menjadi US$ 7 miliar selama satu tahun ke belakang. Sektor media online di Indonesia diperkirakan tumbuh menjadi US$ 8 miliar hingga 2025 dengan CAGR 12 persen.

Dari sisi sistem pembayaran, Bank Indonesia memperkirakan nilai transaksi digital banking akan tumbuh 23,2% secara tahunan (yoy) pada 2024 menjadi Rp71.584 triliun. Kemudian pada tahun selanjutnya melesat 18,8% yoy menjadi Rp 85.044 triliun.

Baca Juga  Ruwet! Uang 3 Dapen Nyangkut di Asuransi Bermasalah

Transaksi e-commerce juga akan terus tumbuh 2,8% yoy menjadi Rp 487 triliun pada 2024 dan 3,3% yoy menjadi Rp 503 triliun pada 2025.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Erick Buka-Bukaan Mau Bawa Holding RS BUMN Buat IPO

(mkh/mkh)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *